Langsung ke konten utama

Antara Cinta & Sahabat Sejati Part 2





ACSS Part 2

Hari kedua kegiatan MOS di SMA ***** waktu itu Anton menunjuk salah satu senior yang dia maksudkan kemarin kepada saya dan Agus, memang sih kalau saya perhatikan wanita itu mempunyai wajah yang manis dengan bibir tipis berkulit putih serta rambut panjang yang lurus dan posturnya yang mungil. Saya seperti tidak melihat seorang senior tetapi seperti melihat wanita seumuran saya.

Anton meminta bantuan kepada saya dan Agus agar dia bisa kenal lebih dekat sama wanita itu dan saya bersama Agus sepakat untuk membantu Anton nanti ketika jam istirahat. Namun ketika jam istirahat tiba Agus malah asik ngobrol bersama wanita yang entah kapan dia kenali, akhirnya saya sendirilah yang harus menepati janji itu karna Anton malah banyak alasan ini itu karna dia pemalu dan ingin tau dulu cara mendekati wanita dengan cara melihat saya beraksi.

setelah saya jalan-jalan sebentar bersama Anton saya melihat ada kesempatan ketika kami melihat wanita yang dimaksud Anton sedang duduk di kursi tepat di bawah sebuah pohon, karena di SMA itu ada sebuah pohon yang berdiri tepat di tengah halaman sekolah yang belum saya ketahui asal usulnya, yang saya herankan itu pohonnya berdiri sendirian. Dengan perlahan saya melangkah mendekatinya lewat samping agak ke belakang dan sepertinya dia tidak menyadari saya yang sedang berjalan ke arahnya.

Rama:"Hai, boleh ikut duduk gak kak?"

Cw:" eh, iya boleh koq"

wanita itu terlihat sedikit kaget, mungkin karena saya datangnya tiba-tiba.

Rama: "maaf kak ngagetin, kakak lagi ngelamunin apa?

Cw: "iya gak papa koq, emm perasaan gak lagi ngelamun deh, orang lagi ngliatin sekitar"

Rama: "oh gitu ya kak, apa lagi nunggu seseorang?"

Cw: "nggak, cuman lagi pengen menyendiri aja"

Rama: "oh, kenalin kak nama saya Rama!"

Cw: "Sinta"

Dia menjawab sambil tersenyum manis menatap saya dengan matanya yang indah itu. Gak salah Anton pilih wanita, tinggal mencari tau sifat dan karakternya saja, masalah dia punya pacar atau enggaknya itu urusan belakangan.

Sinta: "Hei, kenapa? Baru liat cw cantik ya?

Rama: "nggak koq kak, cuman kagum aja liat senyum kakak. Oh iya kak ntar pulang sekolah ada waktu gak?"

Sinta: "Cieee... Baru kenalan udah mau ajak jalan, sama seniornya lagi"

wih di buat salting, rencananya sih mau ajak jalan terus kenalin ke Anton sesudah itu saya dan Agus tinggalin deh dia berdua sama Anton.

Rama: "ye, kakak ke-GR'an, tapi kalau kakak mau bolehtuh idea nya bagus, hehe"

Sinta: "Bisa aja kamu,tapi boleh juga, kebetulan pas pulang nanti juga nggak ada kegiatan, oh ia jangan panggil kakak, panggil aja Sinta, umur kita juga pasti gak beda jauh, soalnya waktu aku masuk SD dulu aku masuk waktu aku umur 5 tahun. Kalau begitu nanti pulang sekolah aku tunggu ya disini, aku mau nyamperin temen dulu soalnya ada urusan penting.

Rama: "oh iya kak, eh Sin, sampai ketemu lagi disini ya!"

Sintapun mulai beranjak dari tempat duduk dengan sebuah senyuman yang dia berikan lagi, dia mulai berjalan menjauh dan memasuki ruang kelas dan yang saya perhatikan tinggi badannya mungkin sama denganku.

Sayapun mulai menengok ke arah Anton dan mulai menghampirinya, disisi lain ketika saya sedang berjalan saya melihat Deni yang menatap tajam ke arah saya, sepertinya dia tidak senang atas apa yang saya lakukan tadi ketika saya mendekati Sinta. Sayapun mulai berpikir bahwa masalah besar akan segera datang, namun saya mencoba untuk menjauhkan semua pikiran itu dan mencoba untuk terus berpikir positive serta berpura-pura tidak menyadari adanya Deni walaupun tadi sempat bertatapan mata dengan saya.

Anton: "Gimana Ram, sukses gak? Tapi muka lu kaya ada sesuatu yang gak ngenakin gitu, knapa Ram?

Rama: "haha, gak kenapa-napa kali, ya pasti sukses lah, Rama.... Cw itu namanya Sinta Ton, umurnya gak beda jauhlah sama kita, ya sekitaran 16 tahun lah, dan ntar pulang MOS lu siapin diri aja okey!"

Anton: "wah keren Ram, tapi ntar selepas pulang MOS kita ngapain gitu Ram?"

Rama: "ya lu liat aja nanti, pokonya saran gw lu jangan malu-malu, apalagi malu-maluin!"

Anton: "okelah, gw percaya sama lu Ram"

Rama: "Sip, eh ngomong-ngomong Agus kemana?"

Anton: "gak tau, gw juga belum liat lagi, kita cari aja ke tempat tadi Agus Ram!"

Kitapun mencari Agus, ternyata dia masih enak-enakan ngobrol bareng seseorang dari pertama istirahat sampai ada panggilan dari senior untuk berkumpul lewat pengeras suara, dan kamipun bergegas untuk menghampiri asal suara itu yang tepatnya berada di lapangan, tak terkecuali dengan Agus, dan ternyata senior Deni yang memanggil, saya jadi teringat peristiwa tadi dan berpikir bahwa saya bakalan habis dikerjain Deni, tapi ternyata tidak seolah-olah dia seperti tidak mempunyai dendam kesaya padahal tadikan dia menatap saya seperti orang yang sedang marah besar. Bersyukurlah saya karena saya gak di kerjain sampai waktu pulang tiba dan tidak lupa saya mulai menunggu di tempat janjian tadi bersama Sinta sambil menatap sekitar mencari Sinta sedangkan Agus dan Anton saya suruh menunggu depan gerbang sekolah. 5menit sudah saya menunggu dengan mata terus menatap sekitar serta tidak lupa ruangan kelas yang Sinta masuki ketika jam istirahat tadi. Tiba-tiba saja ada yang menepuk pundak saya dari belakang, serontak saya kaget yang ternyata itu Sinta.

Sinta: "hai Ram, udah lama ya?"

Rama: "Huh, bikin kaget saja, nggak kok baru aja duduk"

Sinta: "hehe, kita impas. Lah bohong ya, aku lihat dari blakang dari tadi loh!"

Kelirunya saya dari tadi gak lihat ke blakang, mungkin karena terlalu fokus ke arah ruang kelas yang mungkin itu ruangan dia.

Rama: "kenapa gak nyamperin? Malah buat aku nunggu? (Sedikit kesal)

Sinta: "ya maaf, pengen aja gitu liatin kamu dari belakang"

Rama: "ohh, ya udah jalan yuk!"

Sinta: " Dingin amat, kamu marah atau gimana?"

Rama: "nggak koq, cuman laper aja rencananya aku pengen ngajak kamu makan bakso"

Sinta: "oh gitu ya.. Ya udah ayo, aku juga laper nih"

Kitapun berjalan berdua ke arah gerbang sekolah untuk keluar sambil menengok sekitar mencari Agus dan Anton. Dan seketika saya melihat mereka berdua sedang berjalan menuju arah Saya dan Sinta.

Agus: "Loh koq Ram, katanya lu mau pulang bareng kita?"

Rama: "Nah ini juga mau pulang bareng kalian, tapi sebelum pulang kita makan bakso dulu di warung Bakso *****, ikut gak?"

Agus: "Bolehtuh Ram"

Rama: "sip. Oh iya ini kenalin Sinta!"

Merekapun saling berkenalan tidak terkecuali Anton, kita berempat menuju Warung Bakso ***** dan saya berbisik ke Anton soal dia yang harus bayar semuanya, dan Anton pun tidak keberatan untuk hal itu (jahat banget ya gw :D). Kitapun makan bersama sampai suatu saat saya mau buang air kecil (sebenarnya alesan saja) dan minta Agus untuk mengantar saya mencari toilet namun yang sebenarnya terjadi adalah saya dan Agus pulang duluan ninggalin Sinta bareng Anton tanpa Pamit.

Besoknya seperti biasa, karna itu hari terakhir kita MOS dan mulai pembagian kelas.

Rama: "Gimana Ton, kemaren sukses gak?

Anton: "Gila lu Ram, tega bener lu ninggalin Gw!"

Rama: "Nah katanya lu mau deketin Sinta, gimana lu ini Ton!"

Anton: "ia bener juga sih, dan kemaren lumayanlah buat gw seneng, Sinta orangnya asik Ram, kayanya dia juga baik"

Agus: "Baguslah kalau begitu Ton, Tapi lu nganterin dia pulang gak?

Anton: "kagak Gus, dianya nolak, alesannya sih takut ma ortunya kalau ketauan"

kamipun melakukan kegiatan MOS terakhir kami sampai dengan pembagian kelas yang Alhamdulillah Kami bertiga mendapat ruang kelas yang sama. suatu saat saya sedang berjalan sendiri melewati kelas demi kelas hanya sekedar ingin saja, tiba-tiba ada seseorang berbicara di blakang saya "Kamu gak bertanggung Jawab banget jadi cowo!"

Dan ternyata ketika saya lihat ke belakang adalah Sinta dengan wajah cemberut namun masih terlihat manis bagi saya. "Mampus gw, mau jelasin apa sama Sinta, gw gak kepikiran dia bakalan marah" (dalam hati saya).

Rama: "Maaf Sin, kemaren... Emm aku.. ada urusan mendadak sama Agus"

Sinta: "maaf aja gak cukup, pokoknya kamu harus lakuin sesuatu buat nebus kesalahan kamu!"

Dengan cepat Sinta membalikan badan dan berjalan menjauh memasuki ruang kelas tanpa memberikan kesempatan saya untuk bertanya soal apa yang harus saya lakukan agar mendapatkan maaf darinya, semenjak itu saya bertanya-tanya di hati saya bagaimana cara agar saya bisa dimaafkan olehnya.



huh cape juga ngetiknya, baru bisa post segitu. Masih berlanjut ke part berikutnya. Untuk full part nya bisa KLIK DISINI . Jangan lupa bookmar blog ini biar bisa baca terus kelanjutannya!.

Komentar

  1. dilema ini, pilih yang mana

    BalasHapus
  2. bingung
    min mampir juga ya kalo ga sibuk
    Kumpulan Game PPSSPP Compressed Untuk Android 2016 - 2017
    http://www.android-aplikasi.com/2016/04/hot-kumpulan-game-ppsspp-for-android.html

    BalasHapus
  3. sahabat sebuah cerita :)

    BalasHapus
  4. ikuti kata hati..hehe

    mampir juga ya gan
    http://solusipenyakitwasirambeien.blogspot.com/2017/03/obat-wasir-tradisional-mujarab.html

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengertian Komitmen dan Konsisten. Apa perbedaan nya? Belajar komitmen dan konsisten.

Komitmen berasal dari bahasa latin commitere, to connect, entrust the state of being obligated or emotionally impelled, yang berarti keyakinan yang mengikat sedemikian kukuhnya sehingga membelengu seluruh hati nuraninya dan kemudian menggerakan perilaku menuju arah yang diyakini.          Arti konsisten menurut Webster ninth new collagiate dictionary yang di kutip oleh Toto asmara bahwa konsisten itu berasal dari bahasa latin consistere, harmony of conduct or practice with profession, ability to be asserted to gather without contradiction  atau secara umum bisa di sebut sebagai kemampuan untuk bersikap secara taat asas, satu kata dengan perbuatan, pantang menyerah, dan mampu mempertahankan prinsipnya walaupun harus berhadapan dengan resiko yang tinggi bahkan dapat membahayakan dirinya sendiri. Mereka mampu mengendalikan diri dan mengelolala emosinya dengan efektif.     Mengenal segala fakta tentang inisiatif dan penciptaan, ada kebenaran yang mend...